Berita Yogyakarta: Rektor UGM Sebut Presidensi G20 Bukti Indonesia Pulih Lebih Cepat
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Ova Emilia memberikan sambutan dalam upacara memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Halaman Balairung UGM, Yogyakarta, Rabu (ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA - Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia mengatakan Presidensi G20 Tahun 2022 menjadi bukti Indonesia mampu mengawali semangat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat sesuai tema HUT Ke-77 Kemerdekaan RI.

"Presidensi G20 Tahun 2022 setidaknya menjadi bukti, bagaimana Indonesia mengawali semangat untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," kata Ova saat memberikan sambutan dalam upacara memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di Halaman Balairung UGM, Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, kekuatan dan ketangguhan untuk bangkit dengan semangat gotong royong yang melambangkan semangat persatuan dan sinergi antarlini menjadi daya ungkit percepatan pemulihan negeri seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Pulih Lebih Cepat



Bangkit serta pulih lebih cepat, tutur Ova, ditunjukkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam menjalin kolaborasi global, bergotong royong memulihkan, serta membangkitkan sistem pendidikan sehingga menjadi angin segar bagi ekosistem pembelajaran di Indonesia.

"Kurikulum Merdeka dan platform Merdeka Mengajar, program mahasiswa magang atau belajar di luar kampus, perluasan program beasiswa, serta dukungan pendanaan bagi seniman dan pelaku budaya menjadi perca-perca terobosan 21 episode Merdeka Belajar," kata dia.

Sesuai pidato Mendikbudristek dalam sambutannya untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, kata dia, semua anak Indonesia harus bisa merasakan kemerdekaan sebenarnya, yakni kemerdekaan untuk bisa belajar dengan bahagia.

"Berkarya tanpa hambatan dan berlari menuju masa depan dengan penuh keberanian sebagai pelajar Pancasila," ucap Ova.

Kemerdekaan, menurut dia, bukanlah puncak capaian dan kondisi final sebab di dalamnya terkandung tantangan yang terus bertumbuh.

Tantangan tersebut sejatinya mampu membawa UGM memasuki era perubahan besar, di mana pengembangan pengetahuan yang diletakkan dalam situasi kedaruratan atau kondisi krisis, mampu memberikan peluang kelahiran inovasi, mempererat sinergi, dan kolaborasi untuk bertransformasi membangun negeri, katanya.

"Sang Proklamator pernah memberi pesan berharga bahwa kemerdekaan merupakan 'jembatan emas' yang membuka peluang pada berbagai tantangan perubahan yang lebih besar," ujar Ova Emilia.

Upacara tersebut sekaligus menjadi momentum penyambutan kembali mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Tahun 2022.

Rektor UGM juga menyambut 98 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), serta 38 mahasiswa UGM yang akan mengikuti PMM selama satu semester di kampus mitra UGM di luar Jawa.

Peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI ini menjadi ruang apresiasi UGM terhadap 157 pegawai penerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya.

Saatnya merevolusi pemberitaan di Jogja.Voi.id!