Sri Sultan: Pemulihan Ekonomi Harus Diawali dari UMKM
Sri Sultan HB X (Jogjaprov.go.id)

Bagikan:

Yogyakarta - Akibat pandemi COVID-19 jadi pukulan berat bagi UMKM, termasuk UMKM di DIY. Guna memulihkan sektor ekonomi, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengevaluasi sektor UMKM seharusnya bangkit sebab sektor ini membawa hajat hidup masyarakat luas.

Permasalahan ini disuarakan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Pembukaan Mandiri Lapak Online 2021 yang dijalankan secara daring dari Gedhong Pracimosono, Menurut Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (14/04) pagi.  Sri Sultan, menurut data Bank Indonesia, lebih dari 55% konsumen bahkan mengaku susah mengakses produk UMKM sehingga menurunkan omset.

BACA JUGA:


“Sebanyak 44% UMKM sampai harus melakuka PHK dengan sebagian karyawannya. Karena itulah, Pemda DIY menilai upaya pemulihan ekonomi harus diawali dari UMKM. Apalagi jika ingin go global, UMKM sudah tidak bisa lagi hanya bertumbuh di lapak fisik, tetapi bisa membuka toko online atau bergabung di marketplace,” ungkap Sri Sultan seperti yang dikutip VOI dari Jogjaprov.go.id.

Dalam praktik lapak online, Sri Sultan berbagi pengalaman dari pelaksanaan Sibakul yaitu Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha. Sibakul Jogja berfungsi menerapkan kebijakan strategis Pemda DIY menjadi kebijakan teknis melalui Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

“Kehadiran Sibakul dengan strategi pemulihan, yakni adjustment, adaptasi, dan akselerasi, memberi harapan bangkitnya ekonomi. Selanjutnya Dinas Koperasi dan UMKM DIY memberikan insentif dan stimulus bagi mitra UMKM. Harapan saya, pengalaman Sibakul ini bisa memberikan nilai tambah bagi Bank Mandiri dalam pelaksanaan Mandiri Lapak Online 2021,” papar Sri Sultan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, tahun 2020 merupakan masa yang sulit bagi perekonomian Indonesia, bahkan dunia. Selama pandemi ini, perekonomian Indonesia pengalami perlambatan yang signifikan.

Upaya Pendampingan UMKM

“Untuk itulah berbagai upaya dilakukan, termasuk oleh Bank Mandiri sebagai upaya mendukung pemerintah melakukan pemulihan ekonomi di seluruh bidang. Beberapa hal yang kami lakukan ialah pemberian modal dan pendampingan kepada UMKM,” ungkapnya.

Darmawan mengatakan, Mandiri Lapak Online 2021 merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Bank Mandiri dalam upaya pengembangan UMKM, khususnya di DIY-Jawa Tengah. “Semoga acara ini menjadi langkah awal yang baik dalam pengembangan UMKM di wilayah DIY-Jawa Tengah,” imbuhnya.

Sementara, Direktur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, acara kali ini menjadi acara penting karena dapat memenuhi anjuran Presiden RI dalam upaya memajukan UMKM. Ia pun mengajak dunia perbankan pada umumnya untuk berupaya meningkatkan kredit bagi dunia usahanya, khususnya UMKM.

“Saya memyambut baik karena Bank Mandiri juga turut menurunkan suku bunga kreditnya. Mari kita terus gulirkan dan kucurkan dana kredit kepada UMKM. Mari kita berdayakan UMKM, baik dalam bentuk kemampuan produksi, kemampuan keuangan, kemampuan sumber daya, maupun kemampuan pemasarannya,” imbuhnya.

Terkait