Buang Air Kecil setelah Bercinta Penyebab Susah Hamil, Apa Iya?
Photo by Valeria Boltneva from Pexels

Bagikan:

YOGYAKARTA - Melakukan hubungan intim menjadi kewajiban bagi pasangan yang telah menikah. Berhubungan intim juga merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Setelah berhubungan intim, bagi wanita khususnya, pasti sering merasa ingin buang air kecil, kan?

Rupanya buang air kecil setelah berhubungan intim tidak ada kaitannya dengan penyakit infeksi saluran kencing. Justru, buang air kecil setelahnya dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih. Banyak juga orang yang mengatakan bahwa buang air kecil setelah berhubungan intim dapat mencegah terjadinya kehamilan. Benarkah demikian?

Wanita Wajib Buang Air Kencing

Kenyataannya, wanita memang wajib buang air kecil setelah bercinta. Meski begitu, ini sama sekali tidak mengganggu program kehamilan yang sedang Anda dan pasangan jalankan. Saat penetrasi terjadi, ejakulasi dilepaskan ke dalam saluran vagina. Sedangkan, urin dilepaskan dari uretra. Keduanya merupakan hal yang berbeda dan terpisah. Untuk itu, buang air kecil sebenarnya tidak memengaruhi kehamilan karena tidak mengeluarkan apapun dari vagina. 

Justru, buang air kecil setelah berhubungan seks bisa membantu menghilangkan bakteri yang muncul saat berhubungan intim, yang berasal dari berbagai sumber seperti tangan, kondom, penis, alat bantu seks, dan lainnya. Oleh karena itu, buang air kecil dapat membantu mendorong bakteri-bakteri keluar dari saluran kencing.

Meski buang air kecil baik untuk membersihkan bakteri, Anda tidak perlu terburu-buru langsung ke toilet setelah penetrasi untuk buang air kecil. Para ahli mengatakan, waktu ideal untuk buang air kecil setelah bercinta yaitu 30 menit. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan manfaat pencegahan infeksi saluran kemih. Jika Anda belum juga merasakan ingin buang air kecil, perbanyaklah minum air putih setelah bercinta.

Artikel ini telah tayang di VOI dengan judul: Buang Air Kecil setelah Bercinta Jadi Penyebab Susah Hamil, Benarkah?, saatnya merevolusi pemberitaan.