Kabar Gunung Kidul: Pemkab Benarkan Tujuh Siswa SLB Wonosari Positif COVID-19
Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty. (ANTARA)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Sedikitnya tujuh siswa Sekolah Luar Biasa Negeri I Wonosari terkonfirmasi COVID-19 setelah pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan hal itu dibenarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidlul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan berdasarkan tes usap acak di beberapa sekolah, hasilnya ada siswa sekolah terkonfirmasi COVID-19, yakni beberapa siswa di SLB Negeri I Wonosari.

Benarkan Tujuh Siswa SLB Wonosari Positif COVID-19

"Benar. Siswa SLB di Wonosari. Sedangkan sekolah lainnya, hasilnya belum keluar," kata Dewi.

Untuk pencegahan penularan di SLB Negeri I Wonosari, lanjut Dewi, pihaknya melakukan upaya tracing testing dan treatmen terus dilakukan. “Tentunya kami akan telusuri warga yang kontak erat dengan siswa yang positif,” katanya.

Dia juga mengatakan penambahan kasus harian COVID-19 di Gunung Kidul masih fluktuatif. Kondisi saat ini, penularan COVID-19 di Gunung Kidul masih landai. Warga masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Kami mengimbau kepada masyarakat tidak boleh abai dan harus disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk melawan COVID-19," katanya.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri I Wonosari Widi Pranyata mengatakan total ada 174 siswa dan 52 karyawan dan guru. Hingga Kamis (25/11) sudah ada 129 anak yang menjalani tes usap massal. Adapun hasilnya, tujuh siswa dinyatakan positif COVID-19.

Menurut dia, swab massal dilakukan berdasarkan kegiatan tes usap acak di sekolah. Sesuai dengan program, awalnya pengetesan akan dilakukan secara acak. Namun demikian, setelah ada koordinasi dengan puskesmas diputuskan tes usap dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh siswa, karyawan maupun guru.

“Masih ada yang belum dites dan sisanya akan tes usap pada Senin (29/11) dan Selasa (30/11),” kata Widi seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Dia mengatakan ketujuh siswa yang dinyatakan positif COVID-19 berasal dari sejumlah kecamatan seperti Semanu dan Ponjong. Selain itu, saat dinyatakan tertular, para siswa dalam kondisi baik karena tanpa ada gejala.

“Contohnya dua siswa yang berada di asrama, meski dinyatakan positif kondisinya tetap sehat,” ungkapnya.

Dampak adanya siswa yang positif, maka pembelajaran tatap muka di SLB Negeri 1 Wonosari dihentikan sementara waktu. Adapun para siswa juga sudah menjalani isolasi mandiri.

“Kami kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh. Rencananya sampai 6 Desember, tapi itu masih sangat situasional karena bergantung dengan hasil tes usap lanjutan,” katanya.

Widi berharap penularan di lingkungan sekolah bisa segera ditanggulangi, sehingga kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat dilanjutkan. “Mudah-mudahan tidak ada lagi siswa, guru atau karyawan yang tertular COVID-19," harapnya.