Berita Bantul: Kasus COVID-19 di Bantul Bertambah Menjadi 339 Orang
Tenaga kesehatan Dinkes Bantul khusus penanganan kasus COVID-19 (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Kasus aktif COVID-19 atau pasien yang menjalani isolasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus bertambah hingga Senin (7/2) malam tercatat menjadi 339 orang, setelah terjadi penambahan 43 kasus baru dalam sehari terakhir.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul di laman media sosial Pemkab, Selasa, tambahan kasus baru berasal dari Kecamatan Banguntapan sebanyak 13 orang, Sewon sembilan orang, Kasihan juga sembilan orang, Sedayu delapan orang, Piyungan dua orang, Pandak satu orang, dan Jetis satu orang.

Penambahan kasus baru di Bantul tersebut disertai dengan kasus konfirmasi COVID-19 yang sembuh berjumlah empat orang, dari Kecamatan Imogiri, Banguntapan, Pleret, dan Sewon.

Kasus COVID-19 di Bantul Bertambah

Akan tetapi untuk kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia dalam periode tersebut tercatat nol orang atau tidak ada laporan kasus baru.

Dengan perkembangan kasus harian itu, maka total kasus positif COVID-19 di Bantul secara kumulatif hingga Senin (7/2) sebanyak 57.802 orang, dengan angka kesembuhan sebanyak 55.890 orang, sedangkan kasus meninggal totalnya tercatat 1.573 orang.

Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani isolasi mandiri maupun karantina di rumah sakit untuk proses penyembuhan menjadi 339 orang.

Kasus COVID-19 isolasi tersebut tersebar di seluruh 17 kecamatan se-Bantul dengan tiga kecamatan terbanyak ada di Banguntapan 97 orang, disusul Sewon 49 orang, kemudian Kasihan 44 orang.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terus mengajak masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, apalagi di saat peningkatan kasus penularan akibat varian Omicron.

"Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.