BPPTKG: Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Dua Kali ke Arah Tenggara
Ilustrasi - Guguran lava pijar menuruni lereng Gunung Merapi di wilayah Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021) malam. (ANTARA)

Bagikan:

Yogyakarta - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dua kali meluncurkan guguran lava dari kubah lava yang berada di tengah kawah puncak gunung itu ke arah tenggara atau menuju hulu Kali Gendol, Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida via keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu, mengatakan guguran lava yang meluncur ke arah tenggara terpantau selama pengamatan pada Selasa (13/4) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB dengan jarak luncur 400 meter.

BACA JUGA:


"Benar, guguran ke arah tenggara berasal dari kubah lava tengah," kata Hanik menegaskan.

Selain ke arah tenggara, BPPTKG juga mencatat 25 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.

Gunung Merapi juga keluarkan awan panas beberapa kali

Selama periode pengamatan itu, Gunung Merapi juga tercatat mengeluarkan awan panas guguran empat kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksmum mencapai 1.800 meter.

BPPTKG memperkirakan volume kubah lava yang berada di sisi barat daya gunung pada 7 April mencapai 1.098.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 12.800 meter kubik per hari.

Sedangkan analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara pada 8 April terhadap tanggal 1 April 2021 menunjukkan ketinggian kubah lava yang berada di tengah puncak Merapi mencapai 75 meter.

Gunung Merapi memiliki dua kubah lava yang sama-sama tumbuh. Kubah lava pertama berada di sisi barat daya Merapi, tepatnya di atas lava sisa erupsi tahun 1997. Kubah lava kedua terpantau oleh BPPTKG pada 4 Februari 2021, berada di tengah kawah puncak Gunung Merapi.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Apabila gunung api itu meletus, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Selain update seputar Gunung Merapi, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!

Terkait