JAKARTA - Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi siap menyambut jemaah yang ingin melakukan Itikaf di 10 malam terakhir Bulan Suci Ramadan.
Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meningkatkan lokasi salat Itikaf di Dua Masjid Suci dengan menawarkan serangkaian pelajaran ilmiah dan bimbingan yang memperkaya, lingkaran studi Al-Qur'an, hingga mendistribusikan salinan Al-Qur'an Suci dan pamflet bimbingan, seperti dikutip dari SPA 19 Maret.
Rencananya, Itikaf akan dimulai pada Kamis malam atau malam ke-21 Ramadan 1446 Hijriyah.
Kepresidenan memberikan perhatian besar untuk memperkaya pengalaman mereka yang menjalankan salat Itikaf di Dua Masjid Suci dan mempersiapkan suasana khusyuk di ruang salat.
Hal ini menyoroti pentingnya ibadah Itikaf dan perlunya memberikan pengayaan spiritual, pengabdian dan ketaatan yang semestinya, meningkatkan kekhusyukan bulan suci.
Pihak otoritas terus berupaya mengembangkan layanan di Al-Haramain dengan menciptakan solusi kualitatif yang berkontribusi pada peningkatan pengalaman pengunjung dan mereka yang melaksanakan Itikaf, sesuai dengan standar kualitas dan manajemen tertinggi, dikutip dari HIMPUH.
Sebelumnya, pihak otoritas membuka pendaftaran online bagi jemaah yang ingin melakukan Itikaf di Masjidl Haram, Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah pada Bulan Suci Ramadan tahun ini mulai 5 Maret.
Pihak Berwenang Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengimbau mereka yang ingin melaksanakan ibadah tersebut untuk memilih masjid, mengajukan pendaftaran, menonton video edukasi untuk membiasakan diri dengan ibadah tersebut, dan meninjau persyaratan yang harus dipenuhi selama periode itikaf, yang berlangsung dari tanggal 20 Ramadan hingga akhir Salat Isya pada malam sebelum Idulfitri, dikutip dari Arab News.
Pemohon harus berusia minimal 18 tahun dan merupakan warga negara Kerajaan Arab Saudi, atau memiliki status kependudukan yang sah. Izin itikaf gratis dan permintaan pendaftaran dapat diajukan di eserv.wmn.gov.sa.
BACA JUGA:
Itikaf adalah tindakan berdiam diri di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Selama melakukannya, orang-orang mengabdikan diri untuk beribadah kepada Allah SWT selama apa yang dianggap umat Muslim sebagai 10 malam terbaik dalam setahun.
Diketahui, badan-badan pemerintah di Makkah, Arab Saudi meningkatkan pelayanan terbaik bagi jemaah, termasuk jemaah umrah, dengan perkiraan ada lonjakan jemaah dari dalam dan luar negeri selama Bulan Ramadan.