Misteri Suku Mante, Manusia Kerdil Namun Pandai Berlari yang Diduga Bersembunyi di Hutan Aceh
Suku Mante (Tangkapan Layar)

Bagikan:

YOGYAKARTA – Keberadaan Suku Mante hingga kini masih jadi tanda tanya. Suku yang diduga tinggal di pedalaman hutan Aceh itu sempat viral di media sosial. Meski sempat tertangkap kamera, keberadaan mereka sangat sulit dilacak sehingga tak bisa ditemukan hingga sekarang.

Bukti Keberadaan Suku Mante

Pertanyaan pertama yang mungkin timbul di benak masyarakat adalah seperti apa orang Suku Mante? Bagaimana Kehidupan mereka?

Meski pertanyaan tersebut belum terpecahkan, namun bukan berarti tak ada bukti tentang keberadaan mereka. Masyarakat Suku Mante pernah tertangkap sebuah video seorang pengendara sepeda motor hingga video tersebut viral.

Sebuah video diunggah oleh akun bernama HZTN di YouTube. Dalam video yang viral pada 2017  itu nampak seorang pemotor yang melaju di tengah hutan yang tak sengaja merekam sosok manusia bertubuh pendek tengah berlari sembari menenteng kayu bakar. Pemotor sempat mencoba mengejar sosok tersebut namun berhasil kabur dan hilang tertutup semak dan pepohonan.

Setelah diselidiki, sosok tersebut diduga kuat berkaitan dengan Suku Mante. Suku tersebut sempat dianggap hilang bahkan dianggap mitos penunggu hutan di pedalaman Aceh.

Sejarah Suku Mante

Mengutip dari berbagai sumber, Suku Mante dianggap sebagai suku tertua yang menjadi induk bagi masyarakat aceh saat ini. Bahkan Suku Mante dianggap sebagai nenek moyang suku-suku lain seperti Suku Lanun, Senoi, Jakun, Sakai, dan juga Semang yang ada di Aceh sekaligus keturunan Melayu Proto. Artinya, Suku Mante masih memiliki sejarah erat dengan Aceh.

Keberadaan Suku Mante diklaim ada sejak zaman Kerajaan Aceh yang masih satu rumpun dengan Suku Melayu.

Di lama Kompas dikatakan bahwa Suku Mante pertama kali dikuak oleh Dr Snouck Hurgronje dalam bukunya yang berjudul De Atjehers. Sedangkan Mante sendiri merujuk pada tingkah Suku Mante yang dianggap kanak-kanak. Meski demikian, Snouck sendiri mengakui bahwa dirinya belum pernah bertemu dengan suku tersebut.

Snouck menceritakan awal mula Suku Mante ditemukan. Di abad XVIII, sepasang warga Suku Mante berhasil ditangkap lalu dibawa ke hadapan Sultan Aceh. Saat ditangkap, kedua orang Mante tak mau bicara, makan, maupun minum sampai mati.

Meski diklaim pernah ditangkap, tak ada bukti nyata tentang keberadaan Suku Mante. Bahkan sampai saat ini masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

Kehidupan Suku Mante

Meski Suku Mante masih misterius, banyak yang mencoba mencari keberadaannya. Bahkan Harian Kompas  sempat menulis tentang suku ini pada 18 Desember 1987 dengan judul Ditemukan Lagi, Suku Mante di Daerah Pedalaman Aceh.

Dalam tulisan dikatakan bahwa Gusnar Effendy yang merupakan petualang hutan berhasil menemukan Suku Mante yang tinggal di pedalaman Lokop, Kabupaten Aceh Timur. Ia bertemu di hutan-hutan Oneng, Pintu Rimba, Rikit Gaib di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.

Menurut keterangannya, suku tersebut tinggal di gua, hingga celah gunung. Sedang pada siang hari mereka akan menyusuri sungai dan lembah.

Suku Mante juga disebut memiliki bahasa sendiri yang tak dimengerti masyarakat Aceh. Mereka juga kerap menggunakan bahasa isyarat untuk komunikasi. Untuk hidup, Suku Mante lebih suka berpindah-pindah dengan meninggali gua.

Wujud Suku Mante

Sedangkan wujud masyarakat Suku Mante ternyata beda dari orang kebanyakan. Tubuh mereka kerdil dengan tingginya satu meter. Rambut dibiarkan panjang dan terurai, dan mereka masih telanjang tanpa baju.

Kulit yang dimiliki Suku Mante justru lebih cerah, berotot, wajahnya tegas seolah persegi dengan dahi yang sempit. Alis mereka lebat hingga bertemu di pangkal hidung, namun mereka tak mancung. Masyarakat Suku Mante juga piawai dalam berlari dan melarikan diri.

Data tentang Suku Mante memang cukup terbatas. Meski demikian ahli sejarah dan peneliti masih terus menggali informasi terkait suku misterius ini. Untuk membaca tulisan lain Muhammad Aan serta mendapat informasi menarik lain, kunjungi VOI.ID.