Kabar Kulon Progo: Daerah Kesulitan Sediakan Ruang Isolasi Pasien COVID-19
RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo (ANTARA)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Rumah Sakit Umum Daerah Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kesulitan menyediakan ruang isolasi atau bangsal isolasi pasien terkonfirmasi karena terkendala pemenang lelang mengundurkan diri. 

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates Lies Indriyati di Kulon Progo, Rabu, mengatakan sedianya, RSUD Wates akan menambah 50 tempat tidur, 34 tempat tidur di antaranya sudah selesai lelang sejak Senin (5/7), dan 16 lainnya menyusul karena menunggu izin penggunaan anggaran Badan Layanan Unit Daerah (BLUD). 

Kesulitan Sediakan Ruang Isolasi Pasien COVID-19

Saat ini, di RSUD Wates sudah ada 30 tempat tidur untuk isolasi pasien terkonfirmasi COVID-19, namun selalu dalam kondisi penuh seiring peningkatan kasus COVID-19. 

"Untuk 34 tempat tidur diupayakan dalam dua minggu terakhir karena harus lelang terlebih dahulu, setelah mendapat pemenang lelang, pihak ketiga tersebut mengundurkan diri dengan alasan masih mengerjakan pengerjaan ruang isolasi pasien terkonfirmasi COVID-19 di rumah sakit lain. Sehingga, saat ini, kami berupaya mencari cara lain supaya penambahan tempat tidur basi pasien COVID-19 segera terealisasi," kata Lies. 

Ia mengatakan rencananya, penambahan tempat tidur isolasi menggunakan, Bangsal Flamboyan dengan 10 tempat tidur untuk pasien yang benar-benar positif dan membutuhkan oksigen banyak, Bangsal Kenanga ada tujuh tempat tidur (empat tempat tidur untuk ibu melahirkan dan tiga tempat tidur untuk bayi pasien). 

Pengadaan tempat tidur Bangsal Flamboyan dan Bangsal Kenanga untuk pasien COVID-19 menggunakan anggaran refocusing, sehingga membutuhkan lelang. Selain itu, pihaknya akan membah lagi Bangsal Edelwis, Bangsal Cempaka, Bangsal Bougenvil, dan Bangsal Asoka.

Pengadaannya lainnya menggunakan anggaran BLUD. Ruang isolasi harus memenuhi standar khusus, seperti diperlukan sistem tata udara khusus untuk menghindarkan penularan penyakit, supaya tidak membahayakan petugas medis dan pasien sendiri. 

"Semoga pertengahan Juli ini, bisa segera terwujud, sehingga tidak ada lagi antrean pasien terkonfirmasi COVID-19 di ruang IGD. Bagi sudah bergerak cepat untuk penyediaan tempat tidur pasien COVID-19, namun ada kendala sumber daya manusia," katanya yang dikutip VOI dari ANTARA

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati meminta Direktur RSUD Wates melakukan komunikasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kulon Progo untuk konsultasi percepatan pengadaan ruang isolasi bagi pasien COVID-19. Bagaimana RSUD Wates dengan cepat untuk menyediakan tempat tidur bagi pasien COVID-19, tanpa melanggar aturan. 

Saat ini, kasus lonjakan COVID-19, sangat tinggi. Banyak pasien terkonfirmasi COVOD-19 yang melakukan isolasi mandiri membutuhkan perawatan di rumah sakit, namun tidak mendapatkan kamar. 

Penyediaan ruang isolasi ini mendesak dan harus segera disediakan. 

"Pada saat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) minggu lalu, Kajari Kulon Progo siap membuka konsultasi penggunaan anggaran hingga tindakan hukum pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kami minta Direktur RSUD Wates memanfaatkannya," katanya.