Disdik Sleman Temukan Kasus COVID-19 di 58 Lingkungan Pendidikan
Petugas kesehatan mendata siswa sebelum dilakukan tes usap antigen di SMA Negeri 1 Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Bagikan:

YOGYAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan kasus COVID-19 di 58 lingkungan pendidikan di wilayah itu selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada masa PPKM Level 3.

"Kami telah melakukan evaluasi pelaksanaan PTM terbatas. Sebenarnya kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan dua sif tersebut sudah berjalan lancar. Hanya memang masih ditemukan kasus penularan COVID-19 di lingkungan pendidikan dan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana di Sleman, Senin.

Disdik Sleman Temukan Kasus COVID-19

Dia mengatakan 58 lingkungan pendidikan di Kabupaten Sleman yang ditemukan kasus COVID-19 meliputi berbagai jenjang pendidikan, dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, madrasah sanawiah, hingga pondok pesantren, dan perguruan tinggi.

Ia mengatakan dari 58 sekolah yang ditemukan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman, tidak semuanya berada bawah kewenangan Dinas Pendidikan Sleman.

"Ada 30 sekolah yang berada di bawah kewenangan kami," katanya seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Ery mengatakan sekolah yang telah ditemukan kasus penularan COVID-19 diminta segera koordinasi dengan puskesmas setempat dan dilakukan pelacakan.

"Selama proses pelacakan sekolah diminta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara penuh. Sekolah boleh melakukan PTM lagi kalau kasus penularan dianggap telah selesai," katanya.

Ia mengatakan kasus COVID-19 di sekolah rata-rata penularan awal berasal dari luar atau pelaku perjalanan, sehingga diminta bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang pulang dari perjalanan minimal tes usap antigen untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus meminimalisasi penularan.

"Lebih lagi jika merasa ada gejala tidak enak badan jangan ke sekolah dulu. Untuk memastikan, minimal 'swab' (tes usap). Jika tidak mau 'swab', istirahat di rumah empat hingga lima hari," katanya.

Saatnya merevolusi pemberitaan di Jogja.Voi.id!