Berita Bantul: Bantul Mempercepat Capaian Layanan Administrasi Kependudukan
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih secara simbolis menyerahkan KTP elektronik kepada siswa madrasah di MAN 2 Sabdodadi Bantul, DIY

Bagikan:

YOGYAKARTA - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama setempat menggencarkan program Dukcapil Goes to Madrasah sebagai upaya mempercepat capaian layanan administrasi kependudukan.

"Dukcapil Goes to Madrasah berupamelakukan perekaman data KTP elektronik bagi pemula ini juga masuk program prioritas Pemkab Bantul dalam upaya mempercepat capaian layanan administrasi kependudukan," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih disela penyerahan simbolis KTP elektronik siswa madrasah di MAN 2 Sabdodadi Bantul, Selasa seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Bantul Mempercepat Capaian Layanan Administrasi

Sebelumnya, program percepatan capaian layanan adminduk di Bantul menyasar kepada siswa sekolah menengah atas dan menengah kejuruan (SMA/SMK), tetapi kini sasarannya adalah siswa madrasah di bawah naunhan Kementerian Agama.

Hingga Selasa (26/4), tercatat sudah 436 siswa madrasah di Bantul yang telah melakukan perekaman KTP elektronik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 202 keping KTP elektronik siap cetak, dan secara simbolis diserahkan kepada siswa.

Bupati Bantul mengatakan, pemberian KTP pada anak-anak usia 17 tahun akan memudahkan mereka mendapat layanan pemerintah secara optimal, karena hampir seluruh layanan pemerintah kini berdasarkan pada identitas diri yang dibuat secara elektronik itu.

"Ketika ingin membuat SIM (surat izin mengemudi), NPWP (nomor pajak wajib pajak), atau NIB (nomor induk berusaha), semua butuh KTP. Termasuk juga nanti ketika ada event politik atau hak-hak konstitusional yang lain," katanya.

Bupati mengharapkan, kalau semua penduduk termasuk pelajar usia 17 tahun sudah punya KTP, semua bisa jadi warga negara yang lebih produktif, bisa berperan dan berkiprah lebih besar untuk negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, program Dukcapil Goes to Madrasah juga diharapkan mendorong kesadaran warga negara Indonesia untuk memiliki dokumen kependudukan, salah satu yang utama adalah KTP elektronik.

Meski demikian, kata dia, dalam upaya menggencarkan program Dukcapil Goes to Madrasah tetap ditemui sejumlah tantangan, diantaranya keterbatasan alat perekaman serta proses perekaman KTP elektronik bagi siswa madrasah yang berasal dari luar Bantul.

Akan tetapi, Dinas Dukcapil Bantul akan terus mengupayakan tetap terlaksananya perekaman secara optimal dengan dukungan berbagai pihak.

Saatnya Merevolusi Pemberitaan di Jogja.Voi.id!