Berita Yogyakarta: Disbud Yogyakarta Menggelar Lomba Dongeng Cerita Rakyat
Ilustrasi - Sastrawan cilik Kota Yogyakarta, Binar Mutiara Yahya mendongengkan cerita bertema Semangatku Tangguh Semangatku Tumbuh Itulah Harapanku, beberapa waktu lalu, dalam sebuah lomba tingkat nasional (ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta akan menggelar lomba mendongeng cerita rakyat berbasis folklore sebagai salah satu upaya menguatkan pengembangan sastra melalui media cerita yang disampaikan secara verbal.

“Potensi cerita rakyat berbasis folklore sangat menarik untuk dijadikan objek sastra dengan cara mendongeng. Potensi ini yang kami upayakan untuk terus dimunculkan dan dikembangkan, salah satunya dengan lomba,” kata Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Ismawati Retno di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, lomba mendongeng tersebut terbuka untuk seluruh warga Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP atau KIA dan tidak ada batasan usia seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Menggelar Lomba Dongeng Cerita Rakyat

Calon peserta bisa melakukan pendaftaran mulai 18-30 Juli yang dilakukan secara daring melalui tautan atau link yang nantinya diinformasikan di akun Instagram Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, @dinaskebudayaankotajogja.

“Kami memberikan informasi awal karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pendaftaran, salah satunya naskah dan rekaman mendongeng dengan bahasan Indonesia maksimal 10 menit,” katanya.

Naskah dikirim disertai surat pernyataan keaslian dan video rekaman dikirim tanpa proses editing.

Peserta yang mendaftar juga diwajibkan memenuhi ketentuan untuk proses rekaman, di antaranya mengenakan pakaian bebas sopan, diperbolehkan menggunakan alat peraga dan iringan musik ringan.

Rekaman dilakukan dengan format MP4, tidak close-up, dan diambil secara horizontal.

“Pada rekaman video, peserta dilarang menyebutkan identitas diri atau menggunakan perlengkapan yang bisa menunjukkan identitas diri, asal daerah atau asal sekolah, dan lainnya,” katanya.

Ismawati menyebut, penilaian akan didasarkan pada berbagai indikator di antaranya naskah dongeng, kesesuaian tema, alur cerita, penampilan saat mendongeng, penghayatan.

“Nantinya akan ada lima nominasi terpilih yang akan diseleksi untuk menentukan pemenang. Kami melibatkan pelaku seni sastra sebagai juri,” katanya.

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dengan nilai Rp1 juta untuk juara dan berkurang untuk empat nominasi terpilih lain.

Saatnya merevolusi pemberitaan di Jogja.Voi.id!