Kabar Sleman Hari Ini: Pemkab Mengembangkan Komoditas Bambu Dari Hulu Hingga Hilir
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menjadi keynote speaker dalam webinar nasional Sinergi Pentahelix Dalam Pengembangan Industri Bambu Di Kabupaten Sleman (ANTARA)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Pemerintah daerah setempat terus berkomitmen untuk mengembangkan komoditas unggulan bambu mulai dari hulu hingga hilir seperti yang diucapkan Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo.

"Isu 'sustainable design' telah makin tertanam pada perdagangan internasional," kata Kustini Sri Purnomo saat menjadi "keynote speaker" dalam webinar nasional "Sinergi Pentahelix Dalam Pengembangan Industri Bambu Di Kabupaten Sleman", Selasa.

Mengembangkan Komoditas Bambu Dari Hulu Hingga Hilir

Menurut dia, hal tersebut mendorong pelaku industri di beberapa negara Asia saling berlomba memunculkan kreasi-kreasi baru produk yang mengeksplorasi "renewable material" untuk memenuhi permintaan pasar yang makin tinggi, terutama dari negara-negara di benua Amerika dan Eropa.

"Melihat fakta tersebut perlu kiranya kita segera berbenah diri untuk dapat menyatukan persepsi dan langkah semua pihak yang terkait dengan pengembangan industri bambu dari hulu sampai hilir, agar dapat mendukung tahap kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi," katanya.

Dia mengatakan, pada 2013 sudah diterbitkan SK Bupati Sleman Nomor 306/Kep.KDH/A/2013 yang menentukan bambu sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) {Favorit}.

Kecuali itu, kerajinan bambu juga sudah ditentukan sebagai salah satu Produk Favorit Kabupaten Sleman lewat SK Bupati Nomor 59.1/Kep/KDH/A/2021, tertanggal 4 Oktober 2021.

Berkenaan dengan hal tersebut, Bupati Sleman mengharapkan kepada seluruh pemangku kepentingan yang meliputi perguruan tinggi, elemen masyarakat dan pemerintah membangun komitmen bersama dan bersinergi untuk mengembangkan industri bambu dari hulu hingga hilir.

"Terlebih, tanaman bambu telah cukup lama menjadi komoditas industri di Kabupaten Sleman. Di sentra-sentra bambu yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman telah lahir beragam produk kerajinan berbahan dasar bambu, baik diproduksi dalam skala mikro maupun dalam skala usaha kecil-menengah," katanya.

Kustini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga mengapresiasi dukungan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang telah mendorong terjadinya kolaborasi antara akademisi dengan dunia usaha dan dunia industri.

"Sehingga dapat tumbuh optimisme, serta menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang menjadi kendala pengembangan industri bambu Sleman," katanya yang dikutip VOI dari ANTARA.

Kegiatan webinar tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara Pemerintah kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Adapun peserta yang mengikuti webinar tersebut sebanyak 300 orang.