YOGYAKARTA – Tak sedikit orang yang mengeluh susah menurunkan berat badan. Pun juga sebaliknya, Ada banyak orang yang mengeluhkan susah menaikkan berat badan kendati sudah makan banyak.
Perlu diketahui, naik turunnya berat badan berkaitan dengan metabolisme dan jumlah serta jenis makanan yang dikonsumsi.
BACA JUGA:
Nah, metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh tingkat metabolisme basal (Basal Metabolic Rate/BMR).
BMR sendiri merupakan kalori tubuh yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar tubuh, seperti memompa jantung, mencerna makanan, bernapas, memperbaiki sel tubuh, hingga membuang racun dalam tubuh.
Dikutip dari The Health Site, dokter Nega Sanwalka mendefinisikan BMR sebagai tingkat pengeluaran energi minimal per satuan manusia ketika sedang istirahat.
BMR tinggi akan membakar kalori lebih banyak
Mereka dengan BMR tinggi akan membakar lebih banyak kalori saat istirahat dibandingkan dengan mereka yang memiliki BMR lambat. Hasilnya, berat badan tidak naik-naik meski makan dalam porsi besar. Seiring bertambahnya usia, BMR juga menurun. BMR juga akan meningkat seiring dengan peningkatan massa otot.
Namun, kurus tidak melulu memiliki tubuh yang sehat. Seperti yang dijelaskan oleh ahli endokrinologi, dokter CS Yagnik, orang yang memiliki tubuh kurus tetap membutuhkan olahraga. Sebab pada kondisi tertentu, meski berbadan kurus berpotensi memiliki lingkar pinggang yang besar atau BMI yang tinggi. Jika tidak diimbangi dengan olahraga, risiko terkena penyakit kardiovaskular dan komplikasi akan lebih tinggi.