Berita Sleman: Bupati Sleman Menngapresiasi Lokakarya Pendidikan Guru Bergerak
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo membuka lokakarya Panen Hasil Belajar dalam Program Pendidikan Guru Penggerak yang diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika. ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Kustini Sri Purnomo secara resmi membuka lokakarya Panen Hasil Belajar dalam Program Pendidikan Guru Penggerak yang diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika di Sleman, Sabtu.

Kustini mengapresiasi sekaligus mengaku bangga dengan para guru yang mengikuti program lokakarya tersebut.

"Peran guru sangat penting dalam mencetak karakter generasi penerus bangsa," katanya seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Menngapresiasi Lokakarya Pendidikan Guru Bergerak



Menurut dia, debagai pendidik peran guru tidak dapat digantikan oleh apapun. Hubungan guru dengan siswa tidak hanya sebatas "transfer of knowledge", tetapi
juga "transfer of value". Sehingga guru dapat menanamkan sikap, nilai moral dan etika kepada siswanya.

"Saya berharap dengan lokakarya ini para calon guru penggerak dapat memahami dan menularkan pengetahuan yang diperoleh dari Program Pendidikan Guru Penggerak Pengajar kepada rekan guru lainnya. Sehingga bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Sleman," katanya.

Sementara Nunik Sukeksi dari PPPPTK Matematika mengatakan, mengutip pernyataan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, bahwa program tersebut dimaksudkan untuk mencetak guru dengan ketrampilan khusus. Untuk itu, setiap guru yang mengikuti program tersebut akan mendapatkan pelatihan secara intensif selama sembilan bulan.

"Mendikbudristek, Nadiem Makarim, mengatakan bahwa melalui program Pendidikan Guru Penggerak ini kita sedang membangun 'elite force' atau semacam Kopassus dalam TNI AD. Tapi tentu ini tidak mudah. Perlu mental yang kuat dan juga harus mampu mengikuti pelatihan secara intensif," katanya.

Ia mengatakan, lokakarya 7 ini secara bersamaan digelar di tujuh kabupaten se Indonesia, yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Klaten, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Utara.

"Lokakarya diikuti oleh sebanyak 600 calon Guru Penggerak, 472 Kepala Sekolah, 70 pengawas, 22 perwakilan Dinas Pendidikan dan 72 orang dari komunitas praktisi pendidikan," katanya.

Saatnya merevolusi pemberitaan di Jogja.Voi.id!