Bupati Bantul: Taman Tanaman Obat Keluarga Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Peresmian taman percontohan Taman Tanaman Obat Keluarga oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA - Pengembangan taman tanaman obat keluarga (Toga) di beberapa pedukuhan daerah itu dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat begitu sangat diharapkan oleh Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih.

"Dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang muaranya terwujudnya masyarakat Bantul yang sehat jasmani dan rohani, produktif dan berdaya saing tinggi," kata Abdul Halim Muslih di sela peresmian taman percontohan Tanaman Obat Keluarga di Bantul, Selasa.

Taman Tanaman Obat Keluarga Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Pengembangan taman tanaman obat keluarga telah dilakukan di Pedukuhan Kiringan Desa Canden, Padokan Lor Desa Tirtonirmolo, Dusun Watu Desa Argomulyo, Dukuh Imogiri, Dusun Bodon Desa Jagalan, Dusun Singosaren Desa Wukirsari.

Bupati mengatakan, tanaman obat keluarga selama ini telah dikenal dan dibudidayakan oleh bangsa Indonesia, dan secara empiris terbukti khasiatnya.

"Meski hal ini merupakan bagian dari pengembangan kebudayaan dari DIY, namun saya minta agar Dinkes (Dinas Kesehatan) dapat menguatkannya dengan penelitian klinis sehingga tanaman obat ini dapat diterima masyarakat luas," katanya yang dikutip VOI dari ANTARA.

Selain meresmikan Taman Tanaman Obat Keluarga, Bupati juga menyosialisasikan Griya Sehat dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tradisional yang saat ini telah dikembangkan di beberapa pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Bantul.

Puskesmas tersebut antara lain di Puskesmas Sedayu I, Puskesmas Kasihan II, Puskesmas Jetis II, Puskesmas Imogiri I, Puskesmas Banguntapan II, Puskesmas Srandakan, Puskesman Bantul II, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Dlingo II.

"Dengan adanya program ini merupakan bukti dan upaya pemerintah mendukung derajat kesehatan masyarakat lebih tinggi, terlebih di masa pandemi COVID-19 saat ini," katanya.