Presiden AS Didesak Agar Batasi Pembuatan Chip Perusahaan China
Presiden Amerika Joe Biden Serikat. (VOI)

Bagikan:

Yogyakarta – Pemerintahan Joe Biden didesak oleh anggota Kongres AS berkaitan dengan pengaturan penjualan alat pembuat chip ke perusahaan China. Hal serupa sebagaimana yang dijalankan dengan Huawei.

Perwakilan Michael McCaul dan Senator Tom Cotton menyurati Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo dan mengungkapkan apabila kebijakan itu digunakan ke perusahaan-perusahaan China.

Menyasar Perusahaan Pembuat Chip 14Nm ke Bawah

Aturan tersebut membuat ruang gerak perusahaan China terbatas, terutama mereka yang merancang chip yang lebih canggih dengan ukuran 14-nanometer atau di bawahnya.

Melalui surat tertanggal 13 April yang dipublikasikan pada Kamis 15 April tersebut, juga meminta pemberlakuan lisensi untuk penjualan perangkat lunak otomatisasi desain elektronik (EDA), antara lain pembatasan penjualan terkait chip ke perusahaan China.

"Memastikan perusahaan AS serta perusahaan dari negara mitra dan sekutu AS tidak diizinkan untuk menjual tali yang akan mereka gunakan untuk menggantung kita semua kepada komunis," tulis surat itu dilansir dari Reuters.

Sementara itu, perwakilan dari Departemen Perdagangan AS, yang mengakui telah menerima surat tersebut menjelaskan jika tujuh entitas superkomputer China dimasukkan ke dalam daftar hitam perdagangan pekan lalu.

"Badan tersebut terus meninjau keadaan untuk menentukan apakah tindakan tambahan diperlukan," bebernya.

Selain desakan Amerika terhadap perusahaan teknologi asal China, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!