Info Tani Gunung Kidul: Realisasi produksi padi Capai 281.284 Ton GKG
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Brata panen raya padi di Kecamatan Ngawen

Bagikan:

YOGYAKARTA - Realisasi produksi padi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 281.284 ton gabah kering giling hingga 15 Juni dari target 300 ribu ton gabah kering giling. 

"Kami optimistis target produksi padi 2021 sebesar 300 ribu ton gabah kering giling (GKG) akan terelisasi hingga akhir tahun," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharjo Yuwono di Gunung Kidul, Rabu. 

Realisasi produksi padi Capai 281.284 Ton GKG

Ia mengatakan berdasarkan data yang masuk ke Dinas Pertanian dan Pangan, dari 1 Januari sampai April 2021 luas panen mencapai 48.099 hektare dengan produktivitas tanaman padi 52,19 kuintal gabah kering giling (GKG) per hektare atau 251.031 ton GKG. Kemudian dari Mei sampai 15 Juni sebanyak 30.253 ton GKG. 

Raharjo mengangatakan angka ubinan dari produktivitas tanaman padi di Kecamatan Ngawen pada musim tanam kedua (MT II) mencapai 5,6 kilogram, sehingga didapat 73,47 kuintal per hektare. Sehingga produktivitas rata-rata mencapai 58,62 kuintal per hektare dan produksi mencapai 31.923 ton GKG. 

Pada MT II ada luas pertanaman padi 8.271 hektare. Panen sampai dengan 15 Juni 2021 ada seluas 5.479 hektare. 

"Capaian produksi hingga akhir tahun masih akan terus bertambah dari panen sisa tanam yang ada seluas 2.738 hektare tanam baru di musim tanam ketiga (MT III)," katanya yang dikutip VOI dari ANTARA

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto mengatakan capaian ini terjadi karena serangan hama bisa dikendalikan. 

Selain itu kondisi cuaca juga mendukung. Untuk memaksimalkan hasil produktivitas pertanian, selain memberikan bantuan alat-alat pertanian, dinas juga memberikan bantuan benih seperti benih padi inbrida 100 ton dan benih padi gogo seberat 150 ton. 

"Kami melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi dalam rangka mendongkrak produksi pangan di Gunung Kidul,” kata Bambang Wisnu Broto.