Berita Gunung Kidul: Daerah Bangun Irigasi Air Tanah Dukung Pertanian Hortikultura
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto meninjau lokasi pembuatan irigasi air tanah di Kecamatan Wonosari. (Foto ANTARA HO-Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun sistem irigasi air tanah untuk mendukung pertanian hortikultura yang pada musim kemarau kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto di Gunung Kidul, Senin, mengatakan ada dua lokasi pembangunan irigasi air tanah untuk lahan hortikultura yaitu di Desa Duwet dan Wareng, Kecamatan Wonosari.

Bangun Irigasi Air Tanah Dukung Pertanian Hortikultura

"Fasilitas irigasi air tanah tersebut sepenuhnya merupakan hasil bantuan pemerintah lewat dana alokasi khusus (DAK). Proses pembangunannya diserahkan ke kelompok tani (poktan) terkait dengan sistem swakelola," kata Bambang.

Ia mengatakan proses pembangunan di dua lokasi tersebut masih berlangsung, di mana sumber air tanahnya sudah didapatkan. Di Desa Duwet ada dua titik, dan di Wareng ada tiga titik sumber air.

"Kami berharap pembangunan irigasi bisa selesai sebelum datangnya musim hujan. Sehingga petani langsung dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian hortikultura dan hasilnya bisa optimal," harapnya yang dikutip VOI dari ANTARA.

Bambang mengatakan Gunung Kidul memiliki banyak simpanan air tanah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Air tanah ini bisa digunakan untuk pertanian di saat curah hujam sedang rendah. Pihaknya mengupayakan pemanfaatan simpanan air tersebut untuk sektor pertanian hortikultura.

"Kami juga berkeinginan sektor hortikultura di Gunung Kidul terus berkembang, sehingga penghasilan petani meningkat," katanya.
Kepala Seksi Produksi Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Sugiyanto mengatakan budi daya tanaman hortikultura di Gunung Kidull tengah meluas. Adapun total luas lahannya saat ini mencapai sekitar 41 hektare hektare.

Lahan ini terutama tersebar di kawasan dekat pantai, seperti Kecamatan Tanjungsari, Tepus, Panggang, dan Purwosari.

"Tanaman hortikultura yang ditanam petani kebanyakan merupakan tanaman bawang merah. Sebab hasil panen bawang merah ini harganya dinilai menguntungkan petani," katanya.