Batik Semar Kini Muncul di metavetse Mengenalkan Warisan Budaya
Kolaborasi WIR Group - Batik Semar Hadirkan Warisan Budaya Indonesia dalam Metaverse (ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA -  PT Batik Semar berkolaborasi dengan perusahaan teknologi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) WIR Group untuk melestarikan kebudayaan Indonesia melalui teknologi metaverse.

“Batik Semar sebagai salah satu pelestari warisan budaya bangsa Indonesia selalu berupaya menyesuaikan diri dengan setiap perubahan, termasuk di era digital yang berkembang secara pesat. Melalui kolaborasi dengan WIR Group ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat berpadu serta sejalan di era digital tanpa batas sekarang ini," kata CEO Batik Semar Ardianto Soewono dikutip dari keterangan resmi, Minggu seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Mengenalkan Warisan Budaya



Ia mengatakan, langkah ini bukan hanya dapat menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa, namun pihaknya juga melihat berbagai potensi lain yang dapat dikembangkan melalui teknologi digital seperti metaverse.

"Kami melihat potensi terbukanya kesempatan pemasaran yang lebih luas serta ruang-ruang kreasi untuk penciptaan ekonomi baru.”

Selama ini Batik Semar telah mengekspor batik dan kerajinan tangan ke Amerika Serikat, Eropa dan beberapa negara Asia.

“Dalam jangka panjang, melalui kehadiran kami di metaverse, kami berharap Batik Semar dapat menjadi sebuah entitas yang berbudaya dan bercirikan Indonesia, dan bahkan bisa menjadi sebuah identitas bangsa yang dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat dunia,” ujarnya.

Sebelumnya upaya memadukan warisan budaya dengan teknologi digital telah dilakukan PT Batik Semar dengan merambah dunia blockchain non-fungible token (NFT) yang dikembangkan bersama mitranya. NFT Batik Semar ini diklaim menjadi NFT batik pertama di Indonesia.

“Batik Semar memberikan kesempatan bagi para pelanggan, di mana untuk pembelian batik tertentu pelanggan dapat mendapatkan NFT eksklusif Batik Semar,” jelas Ardianto.

Melalui metaverse, PT Batik Semar berharap dapat kian memperkuat bisnis yang telah dibangun selama ini serta membawa lebih banyak manfaat bagi masyarakat, terutama para perajin batik dan pegiat seni lainnya.

Saat ini Batik Semar yang berdiri sejak 1947 ini memiliki sekitar 30 perajin batik in-house dan lebih dari 30 perajin plasma yang tersebar di Surakarta, Cirebon, Pekalongan dan Madura.