Tips: Jika Terlanjur 'Terjebak' di Pinjol Ilegal, OJK Sarankan Lakukan 5 Hal Ini
Ilustrasi. (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Kahar mengungkapkan kalau masyarakat terlanjur terjerat fintech lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal karenanya lakukan lima hal supaya tak kembali terjerat.

OJK Sarankan Lakukan 5 Hal Ini

"Pertama, segera lunasi. Sebab jika tidak pinjol ilegal meneror peminjam seperti menelpon dengan kata-kata kasar hingga menelpon orang-orang pada kontak ponsel peminjam agar menyuruh peminjam melunasi utangnya yang berujung peminjam dipermalukan," katanya di Kota Palu, dikutip dari Antara, Kamis 22 Juli.

Kedua, lanjutnya, laporkan ke Status Tugas (Satgas) Waspada Investasi dan kepolisian supaya pinjol ilegal itu secepatnya ditindak supaya tak memakan lebih banyak korban jiwa.

Ketiga, jika tidak sanggup membayar, ajukan keringanan seperti pengurangan bunga, perpanjangan waktu dan lain-lain yang dapat meringankan peminjam dalam melunasi utangnya.

"Keempat, jangan mencari pinjaman baru untuk membayar utang lama, sebab itu tidak akan menyelesaikan masalah dan justru malah menambah masalah baru yang dapat makin memperberat beban peminjam melunasi utangnya,"ujarnya.

Kelima, kata Gamal, jika mendapat penagihan tidak beretika seperti teror, intimidasi, pelecehan hingga fitnah segera blokir semua kontak nomor yang mengirim teror.

"Kemudian berita orang-orang yang memilki kontak di ponsel peminjam jika mendapat pesan dari pinjol ilegal agar diabaikan,"ucapnya.

Berikutnya, laporkan ke pihak kepolisian dan lampirkan laporan polisi ke kontak penagih yang masih muncul.

Gamal juga meminta kepada masyarakat jika telah melunasi utang dengan pinjol ilegal agar tidak kembali melakukan pinjaman apalagi pinjol ilegal kerap memberikan bunga pinjaman hingga di atas nilai pinjaman yang justru hanya mencekik peminjam.

Artikel ini telah tayang dengan judul: Jika Terlanjur 'Terjebak' di Pinjol Ilegal, OJK Sarankan Lakukan 5 Hal Ini, saatnya merevolusi pemberitaan!