Berita Sleman: Wabup Sleman Mengajak Politisi Giat Melakukan Pendidikan Politik
Wabup Sleman Danang Maharsa pada Seminar Forum Komunikasi Antar Partai Politik (FKAP) Kabupaten Sleman yang disenggarakan Kesbangpol Kabupaten Sleman

Bagikan:

YOGYAKARTA - Para politisi lintas partai di daerah Sleman diajak agar lebih giat melakukan pendidikan politik untuk memahami hak, kewajiban, tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara. Ajakan ini digaungkan oleh Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Maharsa.

Ajakan tersebut disampaikan Danang Maharsa dalam Seminar Forum Komunikasi Antar-Partai Politik (FKAP) Kabupaten Sleman yang diselenggarakan Kesbangpol Kabupaten Sleman, di Sleman, Kamis.

Mengajak Politisi Giat Melakukan Pendidikan Politik

Seminar mengusung tema "Optimalisasi Peran Partai Politik dalam Pengerjaan Pengajaran Politik" yang dihadiri perwakilan masing-masing partai politik dengan keinginan dapat menjadi pemahaman, sekalian menjadi momentum silaturahim bertemunya politisi lintas partai politik di Kabupaten Sleman.

Danang Maharsa memperkenalkan apresiasi terhadap para politisi lintas partai yang hadir dalam acara ini sebab poin aktivitas ini benar-benar baik, khususnya menjalin komunikasi politik lintas partai dalam membangun tradisi yang demokratis.

"Komunikasi dan silaturahim lintas partai penting guna saling bertukar pandangan dan pengalaman dalam menjalankan pendidikan politik di internal partainya masing-masing," katanya.

Menurut dia, forum ini bertujuan untuk menciptakan budaya yang demokratis di Kabupaten Sleman.

"Ada beberapa upaya dari pemerintah daerah untuk itu, yakni membentuk wadah FKAP, FKUB, Forum Ormas, FKDM, Rakorda, dan lain sebagainya," katanya yang dikutip VOI dari ANTARA.

Wabup Sleman mengajak politisi untuk memaksimalkan pendidikan politik di internal masing-masing partai politik.

"Jangan sampai partai politik gagal melakukan pengaderan yang bertujuan membentuk politisi yang mampu membangun bangsa dan negaranya. Tidak hanya mementingkan ambisi politiknya saja," katanya.

Ia mengatakan peranan partai politik dalam melakukan pendidikan politik di internal menjadi penting untuk bisa memberikan pengetahuan yang benar tentang politik dan mengelola negara.

Pendidikan politik, kata dia, harus memberikan penyadaran moralitas berpolitik yang santun dan bermartabat, menghindari kampanye hitam, ujaran kebencian, politik SARA, adu domba, maupun menyebarkan berita hoax guna mencapai tujuan politiknya.

"Mari kita berikan yang terbaik kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak menganggap politik itu hal buruk tetapi justru politik itu untuk menciptakan kepentingan bersama masyarakat," katanya.