Berita Sleman: Wabup Sleman Harapkan Adanya Forum Bersama Untuk Menangani "Klitih"
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Foto ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA - Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Maharsa berharap adanya wadah ataupun forum bersama yang khusus menangani permasalahan "kejahatan jalanan" yang dilakukan anak usia sekolah atau "klitih".

"Semua pihak harus berperan aktif dalam upaya pencegahan terjadinya kasus 'klitih' ini," kata Danang Maharsa di Sleman, Kamis.

Menurut dia, dengan adanya forum bersama ini diharapkan dengan adanya wadah ini, penyelesaian soal "klithih" bisa lebih efektif dan efisien.

Harapkan Adanya Forum Bersama Untuk Menangani "Klitih"



"Tidak hanya para pemangku kepentingan yang terlibat, pihak keamanan TNI-Polri, pendidikan sekolah dan peran serta orang tua agar supaya mengawasi anak-anak tetap harus dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, kasus "klithih" ini sudah cukup lama terjadi di DIY tak terkecuali di Kabupaten Sleman yang banyak melibatkan anak-anak dan remaja usia sekolah SMP dan SMA.

"Kembali maraknya aksi "klithih" ini sangat meresahkan masyarakat di Sleman, dan DIY pada umumnya akhir-akhir ini. Tentunya kita sangat prihatin, anak-anak seusai belasan mempunyai keberanian untuk menyakiti sesamanya, bahkan sampai ada korban yang tewas," katanya seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Kasus terbaru yakni terjadi pada Senin 27 Desember 2021 dini hari di Jalan Kaliurang Km 9, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pada kejadian tersebut, dua anak remaja dibacok orang tak dikenal.

Danang mengatakan persoalan 'klitih' harus segera terselesaikan dikarenakan anak merupakan aset bangsa yang kelak akan menjadi penerus.



"Anak-anak ini adalah aset kita bersama karena kelak, merekalah yang akan menjadi penerus. Persoalan klithih adalah persoalan kita semua. Kita harus memberikan jalan masa depan yang baik buat anak-anak kita semua," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga banyak mendengar bahwa sebenarnya banyak orangtua yang mengetahui anaknya keluar rumah pada malam hari, bahkan orangtua juga tahu kalau saat pergi anaknya membawa sepeda motor dan ada yang membawa senjata tajam maupun rumput.

"Tetapi kenyataannya banyak orangtua yang tidak mampu mencegah, karena mereka juga takut diancam oleh anaknya dan khawatir justru menjadi korban kekerasan dari anaknya sendiri. Dengan kondisi seperti ini maka sangat dibutuhkan adanya forum bersama untuk penanganan 'klithih'," katanya.