Berita Gunung Kidul: SBY-Bogor Lavani "Roadshow" Pertandingan Persahabatan Tim Voli Gunung Kidul
SBY dan rombongan menyaksikan pertandingan bola voli persahabatan antara klub bola voli Bogor Lavani dengan Ganeksa Bhumikarta di GOR Siyono Kabupaten Gunung Kidul, Kamis (30/6). (ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA - Mantan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama klub bola voli Bogor Lavani melakukan roadshow pertandingan persahabatan dengan sejumlah klub bola voli di tiga provinsi, salah satunya tim voli dari Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Susilo Bambang Yudhoyono di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan tujuannya, Lavani ingin memberikan pengalaman kepada atlet-atletnya, baik yang senior maupun junior untuk bermain di luar kandang.

"Ini penting untuk menghadapi tim-tim yang berbeda-beda dengan keunggulan masing-masing bagi kami penting untuk meningkatkan pengalaman Lavani bertanding bukan di kandang sendiri, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka, tim kerja mereka. Mudah-mudahan baik dalam rangka mengeratkan atlit olah raga," kata Susilo Bambang Yudhoyono atau sering disapa SBY seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Pertandingan Persahabatan Tim Voli Gunung Kidul

Adapun kunjungan SBY bersama Lavani ke tiga provinsi, yakni Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.

Hari pertama di Magelang (Jawa Tengah), Bogor Lavani melakukan latih tanding dengan tim tangguh Satria Sejati dari Semarang. Hari berikutnya dengan akademi militer di Kampus Akmil Magelang.

Hari ketiga ini, lebih tangguh lagi dengan Ganeksa Bhumikarta yang bagus permainannya. Meskipun Ganeksa kehilangan set-set, tapi permainannya bagus.

"Kami kira masyarakat yang menyaksikan senang dengan pertandingan hari ini. Kami akan melanjutkan perjalanan ke Pacitan melanjutkan pertandingan persahabatan dengan klub bola voli Yuso dari Yogyakarta dan Indomaret dari Jawa Timur," katanya.

SBY optimistis di Indonesia, bila olah raga berkembang baik, seni budaya juga berkembang dengan baik, maka masyarakat akan lebih rukun, serta lebih sayang menyayangi dan saling menghormati.

"Kalau hanya politik keras, kalah-menang. Kalau bisnis biasanya yang dikejar keuntungan, masalahnya untung dan rugi di situ. Tapi meski bisnis sangat penting bagi rakyat kita, politik juga keniscayaan dalam bernegara, tetapi mari kita isi juga dengan aktivitas masyarakat, utamanya olah raga dan seni budaya," katanya.

Saatnya merevolusi pemberitaan di Jogja.Voi.id!