Kerjasama Pemerintah-Swasta Bangun Ketangkasan Bisnis di Masa Pandemi
Tangkapan layar Kuliah umum membahas kolaborasi pemerintah dan swasta dalam penanganan pandemi COVID-19 di sektor transportasi daring yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Grab Indonesia (ANTARA)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Kolaborasi Pemerintah Indonesia dan pihak swasta untuk bertahan di masa pandemi menjadi salah satu bentuk ketangkasan bisnis yang dianggap sukses dan dapat diikuti oleh pebisnis lainnya untuk mendukung pemulihan ekonomi. 

Salah satu kolaborasi yang dinilai sukses adalah kehadiran layanan GrabProtect yang dihadirkan oleh Grab Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna aplikasinya.

Ketangkasan Bisnis di Masa Pandemi

"Ketangkasan bisnis memberikan pelajaran bagi komunitas bisnis untuk dapat memberikan manfaat. Ketangkasan bisnis yang dilakukan pihak swasta pun memberikan dukungan terhadap perbaikan sistem transportasi khususnya yang berbasis aplikasi di tengah pandemi COVID-19,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam webinar Kuliah Umum bersama Massachusetts Institute Of Technology (MIT) Legatum Center secara virtual, Rabu. 

Budi Karya Sumadi pun mengharapkan beberapa langkah yang diambil Grab Indonesia dengan menghadirkan GrabProtect diharapkan bisa menjadi inspirasi dan diteladani oleh para pengembang aplikasi di Indonesia. 

Hal itu dimaksudkan agar pemulihan baik dari sisi kesehatan maupun dari ekonomi dapat berjalan beriringan di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia. 

“Saya mengundang seluruh industri mengikuti teladan Grab Indonesia dalam berkolaborasi dengan pemerintah memerangi COVID-19. Dengan kolaborasi yang kuat saya percaya diri, kita bisa bertumbuh dengan kuat dan mengatasi pandemi ini secepat mungkin,” kata Budi yang dikutip VOI dari ANTARA.

David Sarnoff Professor of Management MIT Sloan School of Bussiness yaitu Scott Stern mengungkapkan ada anggapan dominan bahwa perusahaan rintisan kerap kali bersebrangan pendapat dan paham dengan pemangku kepentingan. 

Namun berbeda dengan Grab Indonesia di masa pandemi COVID-19 yang menjadi bahan penelitian dari MIT Legatum Center, didapatkan hasil bahwa Grab mengambil respon mendukung program penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia secara inisiatif menyiapkan program bagi mitra dan pengguna aplikasinya untuk menjaga protokol kesehatan melalui GrabProtect. 

Tidak hanya berhenti disitu, Grab Indonesia bahkan membantu pemerintah Indonesia dalam rangka pemberian vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat. 

"Hubungan startup umumnya di bidang transportasi sering kali justru tidak baik dengan pemangku kepentingan. Tapi seperti yang Grab lakukan bekerjasama dengan pemerintah, bisa menunjukan kemitraan pemerintah dan swasta itu langkah baik. Tidak hanya mendukung kampanye protokol kesehatan tapi juga mendukung program vaksinasi,” kata Scott menjelaskan penelitiannya yang dijelaskan dalam webinar bertajuk “Grab Indonesia dan Ketangkasan Bisnis di tengah pandemi COVID-19: Studi Kasus GrabProtect” ​​​​​​. 

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan GrabProtect memang hadir dalam waktu yang singkat sekitar satu bulan pada awal kemunculannya. 

Dimulai dengan menyediakan partisi khusus untuk para mitra-mitranya sehingga pelanggan baik yang menggunakan layanan mobil atau pun motor merasa dapat bisa nyaman menjaga jarak. 

Mereka pun terus berinovasi hingga kini bisa memastikan aplikasi mereka mampu mendeteksi apakah para mitra pengemudi mereka menggunakan masker sesuai anjuran protokol kesehatan. Grab Indonesia pun memberikan informasi tambahan jika pengemudi mereka sudah divaksin pada pengguna Grab sehingga masyarakat yang menggunakan layanannya pun merasa aman. 

Ia berharap dengan mendukung langkah- langkah pemerintah dalam pengentasan pandemi COVID-19, Indonesia akan mampu bangkit kembali baik secara kesehatan dan ekonomi dengan segera. 

“Mari kita menyasar tidak hanya new normal tapi better normal. Dengan berkolaborasi kita masing- masing bisa memberikan yang terbaik lewat inovasi yang bisa terus dikembangkan,” kata Ridzki.