Lukisan Doodle Art karya Ace Alexon, Salah Satu Masterpiece di ArtJog 2023
Lukisan doodle art karya Ace Alexon

Bagikan:

Lukisan doodle art karya Ace Alexon Hartono berhasil lolos seleksi ArtJog 2023 untuk kategori seniman anak-anak. Kini karya berjudul “Tersesat di Pasar Malam” tersebut ikut mengisi ruang ArtJog Kids di Jogja National Museum (JNM) dari tanggal 1 Juli hingga 27 Agustus. 

Bisa ikut menampilkan karya di even ArtJog menjadi pengalaman berharga bagi Ace Alexon. ArtJog merupakan pameran seni bergengsi yang digelar rutin setiap tahunnya di Jogja. ArtJog hadir untuk memberikan wadah bagi seniman kawakan, young artist, hingga anak-anak untuk memamerkan buah kreativitasnya. 

Ace Alexon menjadi salah satu di antara 20-an anak-anak berbakat yang turut meramaikan ArtJog tahun ini. Anak berusia 11 tahun ini memang hobi melukis sejak kecil dan terus produktif menghasilkan karya-karya yang mengagumkan. 

Lukisan doodle art karya Ace menjadi salah satu karya yang mencuri perhatian pengunjung ArtJog. Lukisan dengan gambar yang eksploratif dan background merah tersebut berhasil memukau banyak penikmat seni yang berlalu lalang di ruang pameran JNM. Terlihat secara bergantian orang-orang memandangi lukisan Ace dan berfoto di depan kanvas berukuran 150x100 m tersebut.  

Menyelami Lukisan “Tersesat di Pasar Malam” karya Ace Alexon

Ketika pertama kali melihat lukisan “Tersesat di Pasar Malam” karya Ace, memang akan tampak imajinasi anak-anak yang begitu menarik dan eksploratif. Namun tidak sekadar menuangkan imajinasinya, Ace melalui lukisan tersebut mengajak orang-orang untuk masuk ke dunia pasar malam yang meriah. 

Lukisan doodle art yang terpajang di salah satu sisi ruang ArtJog Kids itu berisi gambaran suasana di pasar malam. Dalam lukisannya, Ace menyematkan berbagai objek yang identik dengan pasar malam, seperti bianglala, roller coaster, balon, eskrim, bulan, dan lainnya. Tak hanya itu, Ace juga menghadirkan sejumlah objek yang berhubungan dengan dunia anak-anak dengan bentuk yang unik khas coretan bocah.

Dalam kanvas seukuran tinggi tubuhnya, Ace mengisahkan ada seorang anak yang berkunjung ke pasar malam bersama keluarganya. Berkunjung ke pasar malam sangatlah menyenangkan karena si anak bisa menjumpai berbagai wahana dan benda-benda yang bisa menghibur hatinya. Namun kebahagiaan tersebut perlahan hilang dari perasaan si bocah karena ia terpisah dari orang tuanya dan tersesat. 

Ace mengajak orang-orang yang melihat lukisannya untuk membantu anak tersebut kembali bertemu dengan keluarganya. “Pasar malam tahun ini berlangsung sangat meriah. Ada penjual balon, es lilin, ada permainan bianglala, rumah hantu, dan sebagainya. Aku membayangkan ada seorang anak pergi ke pasar malam bersama keluarganya. Namun karena pasar malam sangat ramai, ia kemudian tersesat dan terpisah dari orang tuanya. Setelah mencoba mencari ayah ibunya ke sana ke mari, ia tidak bisa menemukannya. Ia memanggil-manggil ayah ibunya, sampai kehausan, namun mereka belum juga datang. Baginya, pasar malam yang semula menyenangkan, tiba-tiba menjadi penuh sesak, dan membingungkan anak ini. Maukah kamu membantunya? Bisakah kamu menemukan di mana dia berada?”

Lukisan Doodle Art karya Ace Alexon Selayaknya Masterpiece

Alex Hartono Gunawan dan Irene, orang tua Ace, awalnya membiarkan anaknya menggambar hanya sebagai kegiatan dia bersenang-senang saja. Sebelum menekuni melukis intens di kanvas, dulunya Ace hanya melukis di buku gambar atau kanvas kecil. Karya-karya yang dihasilkan Ace terdiri dari lukisan dengan berbagai gaya, mulai dari realis, abstrak, dan doodle art. 

Potensi Ace melukis gaya doodle art kemudian dilihat oleh Della Naradika yang menjadi mentor melukisnya. Seiring dengan proses perjalanan kreatifnya, Ace kemudian memilih fokus membuat karya lukisan bergaya doodle art.

Tidak banyak seniman yang mampu membuat karya doodle art bagus. Ace memiliki bakat istimewa yang satu ini, serta ditunjang dengan kegigihannya dalam melukis. Mulai saat itu, Ace menjadi pelukis cilik yang produktif menghasilkan karya-karya doodle art dengan berbagai tema objek. 

Lukisan-lukisan doodle art karya Ace bisa dilihat di akun instagramnya @ace_alexon. Orang tua Ace mengunggah karya anaknya ke media sosial sebagai bentuk arsip digital atau dokumentasi. Hampir semua atau dominan karya Ace dibuat dengan background berwarna merah. Hingga saat ini, lukisan doodle art buah tangan Ace sudah berjumlah lebih dari 30 karya. 

Lukisan buatan Ace bukan karya doodle art biasa. Setiap lukisannya sudah seperti masterpiece sebagai karya yang bernilai mahal. Lukisan Ace memang terlihat memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatannya, yang mana isi lukisannya begitu kompleks dengan goresan yang detail, rapat, padat, dan eksploratif. 

Butuh ketelitian, fokus, serta kejeniusan tinggi untuk bisa menghasilkan karya seperti doodle art buatan Ace. Terbukti banyak karya Ace selalu menjadi rebutan kolektor dari Indonesia maupun luar negeri. Ace mengungkapkan beberapa karyanya sudah terjual, dikirim ke pembelinya yang berada di berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Jakarta, dan Bandung. 

Sementara peminat karya Ace yang berasal dari luar negeri, kebanyakan ingin membeli dalam bentuk NFT. Namun Ace dan orang tuanya masih belum mau menerima tawaran tersebut. Selain itu, Ace mengungkapkan bahwa tidak semua karyanya akan ia lepas. Sampai saat ini, ada satu karya yang tidak akan ia jual, yaitu lukisan doodle art bergambar robot. 

Ace Alexon mengatakan akan terus melukis karena memang dia senang menuangkan ide dan memainkannya ke dalam lukisan. Orang tua Ace juga terus mendukung hobi dan bakat Ace dalam melukis. Mereka selalu berharap yang terpenting anaknya bisa having fun dan bertanggung jawab atas setiap kegiatan yang dilakukan.