Berita gunung Kidul: PDAM Gunung Kidul Lakukan Pengeboran Dua Titik Sungai Bawah Tanah
PDAM Tirta Handayani Gunung Kidul memasang jaringan air bersih kepada rumah tangga sasaran.

Bagikan:

YOGYAKARTA - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Handayani Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan pengeboran sungai bawah tanah di dua titik di zona selatan dalam rangka meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunung Kidul Toto Sugiharta di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan dua titik sungai bawah tanah tersebut berada di daerah Tanjungsari dan di Desa Kepek, kecamatan Saptosari.

"Kami menduga jaringan sungai bawah tanah baru ini terhubung dengan sumber air Pantai Baron di Kemadang, Tanjungsari dan Pantai Ngobaran di Saptosari. Dugaan sementara ini hasil dari tes Elektromagnetik Very Low Frequency," kata Toto Sugiharto.

Lakukan Pengeboran Dua Titik Sungai Bawah Tanah

Sumber air di Baron dan Ngobaran selama ini telah dimanfaatkan PDAM Tirta Handayani. Dua sumber air permukaan yang muncul di bibir pantai tersebut berasal dari sistem jaringan sungai bawah tanah di kawasan Pegunungan Sewu.

“Kedalaman sungai bawah tanah di Tanjungsari sekitar 50 meter, sementara di Kepek, Saptosari sekitar 50 hingga 100 meter,” kata dia.Ia berharap temuan dua titik sumber air tersebut kelak dapat terwujud berhasil dimanfaatkan. Toto optimis, jika air berhasil diangkat, pelayanan air bagi warga kawasan zona selatan dapat lebih optimal yang dikutip VOI dari ANTARA.

"Dibutuhkan produksi air dengan debit 300 liter per detik untuk wilayah Gunung Kidul. Selama ini baru dihasilkan antara 150-200 liter per detik. Target kami tahun 2022-2023 dapat menambah produksi 100 liter per detik. Selain di kawasan selatan, kami juga temukan sumber air bawah tanah di zona tengah Gunung Kidul,” katanya.

Toto Sugiharto mengatakan pihaknya akan melakukan pengeboran dengan bor ukuran kecil untuk memastikan titik yang tepat letak sungai bawah tanah. Jika nanti dua titik tersebut berhasil dimanfaatkan otomatis akan meningkatkan debit produksi air bersih.

Selain mampu mendukung pemenuhan air bagi masyarakat, energi yang dikeluarkan untuk memproduksi air selama ini juga lebih efisien.

“Jaraknya jelas lebih dekat, sehingga tidak perlu memompa berulang kali untuk sampai ke bak reservoir. Titik di Tanjungsari berjarak lima kilometer dari Baron. Selama ini butuh lima tahap pemompaan ke reservoir, jika nanti berhasil maka cukup satu kali saja pemompaannya ke reservoir sebelum didistribusikan ke masyarakat,” katanya.