Berita Gunung Kidul: Pemkab Diminta Menyediakan Jaringan Internet Di Objek Wisata
Pengunjung akan memasuki objek wisata. ANTARA

Bagikan:

YOGYAKARTA - Untuk mendukung pembukaan objek wisata yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakata, Ery Agustin mendorong pemerintah setempat menyediakan internet yang memadai.

Ery Agustin di Gunung Kidul, Senin, mengatakan sektor pariwisata adalah sektor yang menjadi tulang punggung Gunung Kidul dalam pemulihan ekonomi masyarakat, namun belum didukung sarana infrastruktur jaringan internet yang memadai, sehingga banyak objek wisata yang tidak ada jaringan internet dan tidak bisa menggunakan aplikasi PeluliLindungi.

Diminta Menyediakan Jaringan Internet Di Objek Wisata

"Penanganan jaringan seluler semestinya menjadi prioritas karena kunjungan wisatawan jelas menghadirkan pendapatan asli daerah (PAD). Pemkab harus memberikan kenyamanan. Jangan egois, mau uangnya tidak mau menyediakan fasilitasnya. Dalam hal fasilitasi, semua pihak organisasi pemerintah daerah (OPD) yang terlibat dalam uji coba pembukaan destinasi wisata dituntut punya inovasi dan kreativitas," kata Ery.

Dia mengatakan menurut pemantauan lantas pada akhir minggu kemarin, ada kendala penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Ery tidak secara terperinci menceritakan wujud kendala, tapi dia menegaskan, kendala jalan masuk dan operasionalisasi aplikasi PeduliLindungi menjadi tanggung jawab penuh pemerintah setempat.

"Kami akan mendukung percepatan pengadaan sarana dan sarana infrastruktur jaringan internet di objek wisata, guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pada masa pandemi COVID-19," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gunung Kidul Wahyu Nugroho mengatakan secara umum, persoalan koneksi seluler seperti blank spot sebetulnya tidak melulu karena keterbatasan pemerintah dan pihak penyedia layanan.

Dari persoalan yang ada itu, tidak sepenuhnya pula menjadi tanggung jawab Diskominfo. Ia mencontohkan temuannya, jaringan yang dominan tersedia di wilayah pinggiran umumnya dari provider Telkomsel. Sementara terkadang masyarakat atau wisatawan memakai fasilitas dari provider lain.

"Sehingga persoalannya tidak semata karena kurangnya perhatian pemerintah, tetapi diantaranya kurangnya kebijaksanaan masyarakat memilih provider," katanya yang dikutip VOI dari ANTARA.

Kepala Bidang Layanan Informatika Diskominfo Gunung Kidul Setiyo Hartato mengatakan Diskominfo telah menyambungkan 1.165 titik lembaga pemerintah. Ada OPD, kecamatan, kalurahan, puskesmas, sekolah, bahkan dusun dan lain-lain.

Jumlah titik layanan Diskominfo Gunung Kidul merupakan yang terbesar di Indonesia. Namun, karena refocusing anggaran akibat pandemi COVID-19, target seluruh lembaga di bawah naungan pemerintah terlayani jaringan internet tahun ini menjadi tertunda.

Setiyo menyebut, tinggal sekitar 51 sekolah dasar dan 31 SMP saja yang koneksi internetnya belum terlayani Diskominfo Gunung Kidul.

"Jangan salah, upaya mengajukan proposal ke BAKTI sudah kami lakukan dua kali. Pada 2018 dan 2019, hasilnya sampai saat ini memang belum ada, mungkin belum masuk prioritas," katanya.