Info Sleman: PSS Development Centre Tetap Jalankan Pembinaan di Tengah Pandemi
Kepala PSS Development Center Guntur Cahyo Utomo

Bagikan:

YOGYAKARTA - PS Sleman Development Center tetap menjalankan pembinaan dan menyiapkan para talenta muda untuk tetap aktif meski di tengah situasi pandemi yang mempengaruhi banyak sektor, termasuk sepak bola. Bahkan, rencana program telah diberikan PSS Development Center untuk dijalankan para penggawa muda Super Elang Jawa tersebut. 

"Semua ini merupakan bentuk nyata komitmen PSS untuk melakukan pembinaan usia muda," kata Kepala PSS Development Center Guntur Cahyo Utomo dikutip dari laman resmi klub, Rabu.

PSS Development Centre

Menurut Guntur, sepak mula gelaran Liga 1 2021 masih belum pasti meski disebut bakal bergulir Agustus 2021, sebab jika PPKM diperpanjang, maka diperkirakan pelaksanaan kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air itu akan semakin mundur. 

Ia pun menilai hal tersebut jelas akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kompetisi Elite Pro Academy (EPA). 

"Memang berat situasi saat ini, tapi kami tak boleh menyerah. Program latihan tetap dijalankan oleh para pemain," tegas Guntur. 

Dalam program kerja yang sudah disusun untuk 12-17 Juli 2021 selama pemberlakuan PPKM Darurat, para pemain tetap berlatih secara mandiri di rumah masing-masing, dan mereka mendapatkan pendampingan secara "live" menggunakan media daring. Selain latihan fisik bagi para pemain berbagai kelompok usia (U16, U17, U18, dan U20), pada minggu kedua juga akan diberikan sesi kelas analisis taktik dan sesi konsultasi fisioterapi bagi pemain yang mengalami cedera. 

"Mereka pun menjalani secara 'live' latihan fisik untuk dinilai oleh tim pelatih," jelas Guntur yang dikutip VOI dari ANTARA.

Dalam pelaksanaannya, tugas diberikan kepada para pemain secara tertulis dan disertai video contoh yang dikirm melalui WhatsApp Group. Setelah menerima tugas, setiap pemain harus menunjukkan video potongan latihan yang dilakukan kepada pelatih melalui status WhatsApp (WA). 

Latihan dimulai secara "live" pukul 09.00 WIB dan berlangsung sekitar 30 sampai 40 menit hanya pada latihan inti, sementara batas pengumpulan laporan individual pemain pukul 17.00 WIB. 

Salah satu pelatih akan memandu latihan, lanjut Guntur, sedangkan pelatih lain melakukan pengawasan terhadap semua pemain yang terlibat dalam kegiatan latihan tersebut. 

"Target dari latihan mandiri ini adalah tetap terjaganya kondisi fisik para pemain. Selain itu memperkuat koordinasi antarpelatih. Hasil dari ini adalah progres data atau informasi yang akan digunakan dalam penyusunan strategi Super Elja Method 2.0," tutup Guntur.