Berita Kulon Progo: Masyarakat Kulon Progo Diimbau Meningkatkan Prokes Keluarga
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati saat memberiikan keterangan melalui virtual. (ANTARA)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Masyarakat diminta meningkatkan protokol kesehatan dalam keluarga karena selama Januari dan Februari sudah ada 11 klaster keluarga yang dihimbau oleh Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Selasa, mengatakan saat ini, kasus klaster keluarga dalam penularan COVID-19 mulai meningkat.

"Kami mencatat pada Februari ini sudah muncul lima klaster keluarga, dan pada Januari ada enam klaster keluarga. Sehingga total Januari sampai awal Februari ini sudah 11 klaster keluarga. Kami mohon agar protokol kesehatan dalam keluarga ditingkatkan," kata Baning Rahayujati seperti yang dikutip VOI dari ANTARA.

Diimbau Meningkatkan Prokes Keluarga

Ia mengatakan kasus klaster keluarga pada Januari tersebar di Kecamatan Kalibawang satu keluarga, Nanggulan dua keluarga, Wates satu keluarga, Galur satu keluarga, dan Pengasih satu keluarga. Kemudian, pada Februari, klaster keluarga tersebar di Kecamatan Temon dua keluarga, Wates dua keluarga dan Galur satu keluarga.

"Kami mengimbau kepada masyarakat tidak lengah terhadap protokol kesehatan," katanya.

Baning juga mengatakan saat ini, banyak terkonfirmasi COVID-19 dengan tanpa gejala, sehingga semakin sulit mengenali gejala positif COVID-19, apakah tertular atau tidak.

"Saat ini, banyak terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala. Untuk itu, protokol kesehatan harus ditingkatkan kembali," katanya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan, operasi yustisi penegakan prokes tersebut dilakukan di pusat-pusat keramaian masyarakat seperti di pasar. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulon Progo untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Operasi yang dilakukan nantinya akan berupa edukasi tentang pencegahan COVID-19. Yakni mengingatkan kembali penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, juga dilakukan pembagian masker gratis bagi masyarakat yang tidak membawa alat penutup mulut dan hidung tersebut.

“Sampai saat ini kami masih bersifat edukatif dan belum ada sanksi yang akan diberikan pada pelanggar protokol kesehatan,” kata Fajar.