Update Seputar Kulon Progo: Dinas Pariwisata Kulon Progo Berharap Ada Program Vaksinasi di Objek Wisata
Dinas Pariwisata Kulon Progo menerapkan protokol kesehatan secara ketat di objek wisata (ANTARA)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan ada kegiatan vaksinasi di objek wisata bagi pelaku wisata dan masyarakat dalam rangka menumbuhkan minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Rabu, mengatakan secara pribadi, selaku pengelola destinasi wisata di Kulon Progo berharap ada modifikasi penyelenggaraan vaksinasi, sehingga orang tidak harus ke rumah sakit atau puskesmas, tapi juga di luar.

Berharap Ada Program Vaksinasi di Objek Wisata

"Program semacam ini, kami yakini bisa menumbuhkan minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Namun demikian, kami menyerahkan sepenuhknya kepada Dinas Kesehatan. Kalau ada instruksi untuk menyiapkan pasti kami siapkan. Intinya kami senang dengan program variatif inovatif ini. Sembari yang divaksin ini lebih segera kalau di destinasi wisata, kami sepakat," kata Joko Mursito.

Ia mengatakan pada prinsipnya, Dinas Pariwisata Kulon Progo siap melaksanakan vaksinasi di destinasi wisata. Hal ini dilandasi dengan banyaknya destinasi yang layak untuk jadi sentra vaksinasi, karena luasnya memadai sehingga dapat mengantisipasi kerumunan.

"Pada posisi pemilihan tempat kami sudah sampaikan alternatif-alternatif itu. Hanya saja, setiap daerah kebijakannya tidak sama. Sepertinya Kulon Progo program vaksinasinya jalan, smooth, pelaksanaan di puskesmas dan rumah sakit. Hal ini dikarenakan keterbatasan tenaga kesehatan yang bertugas melakukan vaksinasi, sehingga tidak harus keluar fasilitas pelayanan kesehatan," katanya yang dikutip VOI dari ANTARA.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan pihaknya belum ada rencana menjadikan destinasi wisata sebagai sentra vaksinasi. Saat ini, Dinas Kesehatan masih berfokus melakukan vaksinasi dengan sasaran usia 12-18 tahun dan kalangan lain yang hingga kini masih terus berjalan. Oleh sebab itu vaksinasi masih dipusatkan di fasyankes seperti puskesmas, RSUD dan klinik swasta.

"Kalau yang di destinasi belum kita pikirkan. Sementara karena kita dikejar anak sekolah juga, jadi sementara masih sama di fasyankes, dan pendekatan sasaran di desa seperti di balai desa," katanya.